'holder'>

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN


A.Definisi Keperawatan
Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan (UU Kesehatan No. 23, 1992).
Menurut Effendy (1995), perawatan adalah pelayanan essensial yang diberikan oleh perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakat. Pelayanan yang diberikan adalah upaya mencapai derajat kesehatan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang dimiliki dalam menjalankan kegiatan di bidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan menggunakan proses keperawatan.
Merawat mempunyai suatu posisi sentral. Merawat merupakan suatu kegiatan dalam ruang lingkup yang luas yang dapat menyangkut diri kita sendiri, menyangkut sesuatu yang lain dan menyangkut lingkungan. Jika kita merawat sesuatu, kita menginginkan hasil yang dicapai akan memuaskan. Jadi kita akan selalu berusaha untuk mencapai sesuatu keseimbangan antara keinginan kita dan hasil yang akan diperoleh.
B.Sejarah Perkembangan Keperawatan di Dunia
Sejarah  Perkembangan Keperawatan di Dunia
Merawat orang sama tuanya dengan keberadaan umat manusia. Oleh karena itu perkembangan  keperawatan, termasuk yang kita ketahui saat ini, tidak dapat dipisahkan dan sangat dipengaruhi oleh perkembangan struktur dan kemajuan peradaban manusia. Kepercayaan terhadap animisme, penyebaran agama-agama besar dunia serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Perkembangan Keperawatan Masa Sebelum Masehi
Pada masa sebelum masehi perawatan belum begitu berkembang, disebabkan masyarakat lebih mempercayai dukun untuk mengobati dan merawat penyakit.Dukun dianggap lebih mampu untuk mencari, mengetahui, dan mengatasi roh yang masuk ke tubuh orang sakit.Demikian juga di Mesir yang bangsanya masih menyembah Dewa Iris agar dapat disembuhkan dari penyakit. Sementara itu bangsa Cina menganggap penyakit disebabkan oleh setan atau makhluk halus dan akan bertambah parah jika orang lain menyentuh orang sakit tersebut.
Perkembangan Keperawatan Masa Setelah Masehi
Kemajuan pradaban manusia dimulai ketika manusia mengenal agama.Penyebaran agama sangat mempengaruhi perkembangan peradaban manusia, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan keperawatan.
Perkembangan Keperawatan Masa Penyebaran Kristen
Pada permulaan Masehi, Agama Kristen mulai berkembang.Pada masa itu, keperawatan mengalami kemajuan yang berarti, seiring dengan kepesatan perkembangan Agama Kristen. Ini dapat di lihat pada masa pemerintahan Lord Constantine, yang mendirikan Xenodhoeum atau hospes (latin), yaitu tempat penampungan orang yang membutuhkan pertolongan terutama bagi orang-orang sakit yang memerlukan pertolongan dan perawatan.
Perkembangan Keperawatan Masa Penyebaran Islam
Pada pertengahan Abad VI Masehi, Agama Islam mulai berkembang.Pengaruh Agama Islam terhadap perkembangan keperawatan tidak terlepas dari keberhasilan Nabi Muhammad SAW menyebarkan Agama Islam.Memasuki Abad VII Masehi Agama Islam tersebar ke berbagai pelosok Negara. Pada masa itu di Jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan seperti: ilmu pasti, ilmu kimia, hygiene dan obat-obatan. Prinsip-prinsip dasar perawatan kesehatan seperti pentingnya menjaga kebersihan makanan, air dan lingkungan berkembang secara pesat. Tokoh keperawatan yang terkenal dari dunia Arab pada masa tersebut adalah “Rafida”.\
Perkembangan Keperawatan Masa Kekuasaan
Pada permulaan Abad XVI, struktur dan orientasi masyarakat mengalami perubahan, dari orientasi kepada agama berubah menjadi orientasi kepada kekuasaan, yaitu: perang, eksplorasi kekayaan alam serta semangat kolonialisme. Pada masa itu telah terjadi kemunduran terhadap perkembangan keperawatan, dimana gereja dan tempat-tempat ibadah ditutup, sehingga tenaga perawat sangat jauh berkurang.Untuk memenuhi kekurangan tenaga tersebut maka digunakanlah bekas wanita jalanan (WTS) yang telah bertobat sebagai, sehingga derajat seorang perawat turun sangat drastis dipandangan masyarakat saat itu.
Perkembangan Keperawatan Di Inggris
Perkembangan keperawatan di Inggris sangat penting untuk kita pahami, karena Inggris melalui Florence Nightingle telah membuka jalan bagi kemajuan dan perkembangan keperawatan yang kemudian diikuti oleh negara-negara lain.
Florence Nightingle, lahir dari keluarga kaya dan terhormat pada tahun 1820 di Flronce (Italia).Setahun setelah kelahirannya, keluarga Florence kembali ke Inggris. Di Inggris Florence mendapatkan pendidikan sekolah yang baik sehingga ia mampu menguasai bahasa Perancis, Jerman, dan Italia. Pada usia 31 tahun Florence mengikuti kursus pendidikan perawat di Keiserwerth (Italia) dan Liefdezuster di Paris, dan setelah pendidikan ia kembali ke Inggris.
Pada saat Perang Krim (Crimean War) terjadi di Turki tahun 1854, Florence bersama 38 suster lainnya di kirim ke Turki. Berkat usaha Florence dan teman-teman, telah terjadi perubahan pada bidang hygiene dan keperawatan dengan indikator angka kematian turun sampai 2%. Kontribusi Florence Nightingle bagi perkembangan keperawatan adalah menegaskan bahwa nutrisi merupakan satu bagian penting dari asuhan keperawatan, meyakinkan bahwa okupasional dan rekreasi merupakan suatu terapi bagi orang sakit, mengidentifikasi kebutuhan personal klien dan peran perawat untuk memenuhinya, menetapkan standar manajemen rumah sakit, mengembangkan suatu standar okupasi bagi klien wanita, mengembangkan pendidikan keperawatan, menetapkan 2 (dua) komponen keperawatan, yaitu: kesehatan dan penyakit. Meyakinkan bahwa keperawatan berdiri sendiri dan berbeda dan berbeda dengan profesi kedokteran dan menekankan kebutuhan pendidikan berlanjut bagi perawat.
Penyebaran Keperawatan di Dunia
a) Mesir
Bangsa mesir pada zaman purba telah menyembah banyak dewa. Dewa yang terkenal antara lain Isis. Mereka beranggapan bahwa dewa ini menaruh minat terhadap orang sakit dan memberikan pertolongan pada waktu si sakit sedang tidur.Didirikanlah kuil yang merupakan rumah sakit pertama di mesir.Ilmu ketabiban terutama ilmu bedah telah dikenal oleh bangsa mesir zaman purba (± 4800 SM). Dalam menjalankan tugasnya sebagai tabib ia menggunakan bidai (spalk), alat-alat pembalut, ia mempunyai pengetahuan tentang anatomi, Hygienr umum serta tentang obat-obatan. Didalam buku-buku tertulis dalam kitab Papyrus didalamnya memuat kurang lebih 700 macam resep obat-obatan dari Mesir.
b ) Babylon dan Syiria
Ilmu pengetahuan tentang anatomi dan obat-obat ramuan telah diketahui oleh bangsa Babylon sejak beberapa abad SM. Pada salah satu tulisan yang menyatakan bahwa pada 680 SM orang telah mengetahui cara menahan darah yang keluar dari hidung dan merawat jerawant pada muka. Bangsa Babylon menyembah dewa oleh karena itu perawatan atau pengobatan berdasarkan kepercayaan tersebut.
c ) Yahudikuno
Ilmu pengetahuan bangsa Yahudi banyak di peroleh dari bangsa Mesir.Misalnya : cara-cara memberi pengobatan orang yang terkenal adalah Musa. Ia juga dikenal sebagai seorang ahli hygiene. Dibawah pimpinannya bangsa Yahgudi memajukan minatnya yang besar terhadap kebersihan umum dan kebersihan diri. Undang-undang kesehatan bangsa Yahudi menjadi dasar bagi hygiene modern dimana cara-cara dan peraturannya sesuai dengan bakteriologi zaman sekarang, misalnya :
1)      Pemeriksaan dan peminilah bahan makanan yang akan di   makan.
2)      Mengadakan cara pembuangan kotoran manusia.
3)      Pelarangan makan daging babi karena dapat menimbulkan suatu penyakit.
4)      Memberitahukan kepada yang berwajib bila ada penyakit yang berbahaya, sehingga
dapat diambil tindakan.


C.Sejarah Perkembangan Keperawatan di Indonesia
Sejarah Perkembangan Keperawatan Sebelum Kemerdekaan
Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, perawat berasal dari penduduk pribumi yang disebut “velpleger” dengan dibantu “zieken oppaser” sebagai penjaga orang sakit. Mereka bekerja pada rumah sakit Binnen Hospital di Jakarta yang didirikan tahun 1799.
Pada masa VOC berkuasa, Gubernur Jendral Inggris Raffles (1812-1816), telah memiliki semboyan “Kesehatan adalah milik manusia” Pada saat itu Raffles telah melakukan pencacaran umum, membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa serta memperhatikan kesehatan dan perawatan tahanan.
Setelah pemerintah kolonial kembali ke tangan Belanda, di Jakarta pada tahun 1819 didirikan beberapa rumah sakit.Salah satunya adalah rumah sakit Sadsverband yang berlokasi di Glodok-Jakarta Barat. Pada tahun 1919 rumah sakat tersebut dipindahkan ke Salemba dan sekarang dengan nama RS. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Dalam kurun waktu 1816-1942 telah berdiri beberapa rumah sakit swasta milik misionaris katolik dan zending protestan seperti: RS. Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Cikini-Jakarta Pusat, RS. St. Carolos Salemba-Jakarta Pusat.RS.St Bromeus di Bandung dan RS. Elizabeth di Semarang. Bahkan pada tahun 1906 di RS.PGI dan tahun 1912 di RSCM telah menyelenggarakan pendidikan juru rawat.Namun kedatangan Jepang (1942-1945) menyebabkan perkembangan keperawatan mengalami kemunduran.
Sejarah Perkembangan Keperawatan Setelah Kemerdekaan
a)Periode1945-1962
Tahun 1945 s/d 1950 merupakan masa transisi pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Perkembangan keperawatan pun masih jalan di tempat. Ini dapat dilihat dari pengembanagan tenaga keperawatan yang masih menggunakan system pendidikan yang telah ada, yaitu perawat lulusan pendidikan Belanda (MULO + 3 tahun pendidikan), untuk ijazah A (perawat umum) dan ijazah B untuk perawat jiwa. Terdapat pula pendidikan perawat dengan dasar (SR + 4 tahun pendidikan) yang lulusannya disebut mantri juru rawat.
Baru kemudian tahun 1953 dibuka sekolah pengatur rawat dengan tujuan menghasilkan tenaga perawat yang lebih berkualitas.Pada tahun 1955, dibuka Sekolah Djuru Kesehatan (SDK) dengan pendidikan SR ditambah pendidikan satu tahun dan sekolah pengamat kesehatan sebagai pengembangan SDK, ditambah pendidikan lagi selama satu tahun.
Pada tahun 1962 telah dibuka Akademi Keperawatan dengan pendidikan dasar umum SMA yang bertempat di Jakarta, di RS. Cipto Mangunkusumo. Sekarang dikenal dengan nama Akper Depkes di Jl. Kimia No. 17 Jakarta Pusat.
Walupun sudah ada pendidikan tinggi namun pola pengembangan pendidikan keperawatan belum tampak, ini ditinjau dari kelembagaan organisasi di rumah sakit.Kemudian juga ditinjau dari masih berorientasinya perawat pada keterampilan tindakan dan belum dikenalkannya konsep kurikulum keperawatan.Konsep-konsep perkembangan keperawatan belum jelas, dan bentuk kegiatan keperawatan masih berorientasi pada keterampilan prosedural yang lebih dikemas dengan perpanjangan dari pelayanan medis.
b)Periode1963-1983
Periode ini masih belum banyak perkembangan dalam bidang keperawatan. Pada tahun 1972 tepatnya tanggal 17 April lahirlah organisasi profesi dengan nama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Jakarta. Ini merupakan suatau langkah maju dalam perkembangan keperawatan.Namun baru mulai tahun 1983 organisasi profesi ini terlibat penuh dalam pembenahan keperawatan melalui kerjasama dengan CHS, Depkes dan organisasi lainnya.
c)Periode 1984 Sampai Dengan Sekarang
Pada tahun 1985, resmi dibukanya pendidikan S1 keperawatan dengan nama Progran Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesi di Jakarta. Sejak saat itulah PSIK-UI telah menghasilkan tenaga keperawatan tingkat sarjana sehingga pada tahun 1992 dikeluarkannya UU No. 23 tentang kesehatan yang mengakui tenaga keperawatan sebagai profesi.
Pada tahun 1996 dibukanya PSIK di Universitas Padjajaran Bandung. Pada tahun 1997 PSIK-UI berubah statusnya menjadi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI), dan untuk meningkatkan kualitas lulusan, pada tahun 1998 kurikulum pendidikan Ners disyahkan dan digunakan. Selanjutnya juga pada tahun 1999 kurikulum D-III keperawatan mulai dibenahi dan mulai digunakan pada tahun 2000 sampai dengan sekarang.
D.TREND KEPERAWATAN SEKARANG DAN MASA DEPAN
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang termasuk bidang kesehatan, peningkatan status ekonomi masyarakat, peningkatan perhatian terhadap pelaksanaan hak asasi manusia, kesadaran masyarakan akan kebutuhan kesehatan mengakibatkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya hidup sehat dan melahirkan tuntutan akan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Pergeseran akan fenomena tersebut, telah mengubah sifat pelayanan keperawatan dari pelayanan fokasional yang hanya berdasarkan keterampilan belaka kepada pelayanan profesional yang berpija pada penguasaan iptek keperawatan dan spesialisasi dalam pelayanan keperawatan.
Fokus peran dan fungsi perawat bergeser dari penekanan aspek kuratif kepada peran aspek preventif dan promotif tanpa meninggalkan peran kuratif dan rehabilitatif. Kondisi ini menuntut uapaya kongkrit dari profesi keperawatan, yaitu profesionalisme keperawatan. Proses ini meliputi pembenahan pelayanan keperawatan dan mengoptimalkan penggunaan proses keperawatan, pengembangan dan penataan pendidikan keperawatan dan juga antisipasi organisasi profesi (PPNI).
Pengembangan dan Penataan Pendidikan Keperawatan
Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan keperawatan yang profesional, telah memicu perawat untuk terus mengembangkan dirinya dalam berbagai bidang, terutama penataan sistem pendidikan keperawatan. Oleh karena itu profesi keperawatan dengan landasan yang kokoh perlu memperhatikan wawasan keilmuan, orientasi pendidikan dan kerangka konsep pendidikan
a) Wawasan Keilmuan
Pada tingkat pendidikan akademi, penggunaan kurikulum D III keperawatan 1999, merupakan wujud dari pembenahan kualitas lulusan keperawatan. Wujud ini dapat dilihat dengan adanya:
Mata Kuliah Umum (MKU), yaitu : Pendidikan agama, Pancasila.
Mata Kuliah Dasar Keahliah (MKDK), yaitu: Anatomi, Fisiologi.
Mata Kuliah Keahlian (MKK), yaitu: KDK, KDM I dan
Demikian juga halnya dengan tingkat pendidikan S1 Keperawatan, yaitu dengan berlakunya kurikulum Ners pada tahun 1998.Sementara itu di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI) telah dibuka S2 Keperawatan untuk Studi Manajemen Keperawatan, Keperawatan Maternitas dan Keperawatan Komunitas. Dan selanjutnya akan dibuka Studi S2 Keperwatan Jiwa dan Keperawatan Medikal Bedah.
Dapat disimpulkan bahwa saat ini perkembangan keperawatan diarahkan kepada profesionalisme dengan spesialisasi bidang keperawatan.
b) Orientasi Pendidikan
Pendidkan keperawatan bagaimanapun akan tetap berorientasi pada pengembangan pengetahuan dan teknologi, artinya pengalaman belajar baik kelas, laboraturium dan lapangan tetap mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memanfaatkan segala ilmu yang memungkinkan penguasaan iptek.
c) Kerangka Konsep
Berpikir ilmiah pembiasaan sikap dan tingkah laku profesional, belajar aktif, pendidikan di lingkungan masyrakat serta penguasaan iptek keperawatan merupakan karakteristik dari pendidikan profesional keperawatan.
Perkembangan Pelayanan Keperawatan
Perubahan adat pelayanan dari fokasional menjadi perawat dengan fokus asuhan keperawatan dengan peran prefentif dan promotif tanpa melupakan peran kreatif dan rehabilitatif harus didukung dengan  peningkatan sumber daya manusia dibidang keperawatan. Sehingga pada pelaksaan pemberian sumber keperawatan dapat terjadinya pelayanan yang efisien, efektif, serta berkualitas. Selanjtunya, saat ini jug atelah berkembangan berbagai model prektis keperawatan profesional, seperti :
Praktik keperawatan di rumah sakit kesehatan.
Praktik keperawatan di rumah (home caffe)
Praktik keperawatan berkelompok (nursing home)
Praktik keperawatan perorangan, yaitu melalui keputusan Kepmenkes No. 647 tahun 2000, yang kemudian di revisi menjadi Kepmenkes No. 1239 tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktik Keperawatan.

KESIMPULAN
Keperawatan merupakan sebuah ilmu dan profesi yang memberikan pelayanan kesehatan guna untuk meningkatkan kesehatan bagi masyarakat.Keperawatan sudah ada sejak manusia itu ada dan hingga saat ini Profesi keperawatan berkembang dengan pesat.Sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia tidak hanya berlangsung di tatanan praktik, dalam hal ini layanan keperawatan, tetapi juga di dunia pendidikan keperawatan.pendidikan keperawatan memberi pengaruh yang besar terhadap kualitas layanan keperawatan. Karenanya, perawat harus terus meningkatkan kompetensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan keperawatan yang berkelanjutan.
SARAN
Dari kesimpulan yang ada maka kita sebagai perawat atau calon perawat harus terus meningkatkan kompetensi dirinya, salah satunya melalui pendidikan keperawatan yang berkelanjutan, sehingga kita tidak mengalami ketertinggalan dari keperawatan internasional.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat A. Aziz Alimul. (2007). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan Eds 2. Salemba Medika: Jakarta
Alimul, A.H. (2002), Pengantar pendidikan keperawatan. Sagung Seto: Jakarta
Effendy, N. (1995), Pengantar proses keperawatan. EGC: Jakarta
Gaffar, L.O.J. (1999), Pengantar praktik keperawatan professional. EGC: Jakarta
Stevens, P.J.M, et al. (1999) Ilmu keperawatan. Jilid I, Ed. 2. EGC: Jakarta


RUANG LINGKUP PSIKOLOGI

A. Pengertian PsikologiIlmu pengetahuan yang lebih dikenal dengan psikologi pendidikan dari dua kata psikologi dan pendidikan, psikologi berasal dari dua kata bahasa yunani psyche yang berarti jiwa dan logo yang berarti ilmu, secara harfiah psikologi dapat diartikan adalah ilmu tentang jiwa atau ilmu jiwa.Psikologi juga bisa diartikan sebagai berikut:1. Ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan proses mental dan perilaku.2. Ilmu pengetahuan tentang pikiran dan bagaimana ia bekerja.3. Ilmu pengetahuan tantang pikiran dan perilaku.4. Studi sistematik terhadap perilaku dan proses mental seseorang.Jadi bisa disimpulkan itu psikologi adalah ilmu pengetahuan yang turut serta tentang perilaku atau aktivitas- aktifititas yang merupakan manifestasi atau penjelmaan jiwa jiwa itu.Dilihat dari sejarahnya, pada awal psikologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala jiwa. Akankah, karena jiwa itu abstrak menjadi sulit dipelajari secara obyektif dank arena jiwa termanifestasi dalam bentuk perilaku, maka dalam perkembangannya kemudian psikologi menjadi ilmu yang menambah perilaku.Psikologi sebagai ilmu yang mencari ilmia pada hasil penelitian ilmiah yang dilakukan secara sistematis, berdasarkan atas data empiris, dan dapat ditanggung kebenrannya. Psikologi memiliki:
  1. Objek tertentu
  1. Metode
  1. Sistematika tertentu
  1. (Dalam Walgito, 2003: 3)
Psikologi sebagai ilmu, psikologi juga memiliki tugas-tugas atau fungsi teretntu seperti ilmu-ilmu pada umumnya. Adapun tugas psikologi yaitu (dalam Walgito, 2003: 3)
  1. Mengadakan deskripsi itu secara jelas hal-hal yang dipersoalkan atau dibicarakan.
  1. Menerangkan itu menerangkan tugas keadaan atau kondisi yang mendasari kejadian tersebut.
  1. Menyusun teori yaitu mencari dan merumuskan hukum-hukum atau ketentuan mengenai hubungan antara peristiwa satu dengan peristiwa yang lain.
  1. Prediksi itu buat ramalan (prediksi) mengenai hal - hal yang mungkun terjadi yang akan muncul.
  1. Pengendalian adalah suatu cara.
Secara lebih khusus psikologi lebih banyak dengan kehidupan manusia psikologi yang merupakan ilmu pengetahuan yg berusaha memahami prilaku manusia, alasan dan cara melakukan sesuatu dan bagai mana mereka berpikir dan berperasaan (Gleitman, 1986)Wah para ilmuan membagi psikologi menjadi 2 golongan yaitu:1. Psikologi metafisika yang memuat hakikat jiwa seperti yang dilakukan oleh plato dan aris toteles2. Psikologi Empiri yang suka gejala-gejala kejiwaan dan tingkah laku manusia dengan mengunakan pengamatan, percobaan dan eksperimen berbagai data yang berhubungan dengan gejala-gejala kejiwaan manusiaB. Ruang Lingkup PsikologiPsikologi dilihat dari segi objeknya, psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan yang besar, yaitu: (dalam Walgito, 2003: 23)1. Psikologi yang menelit i dan manusiaPsikologi yang diteliti dan dipelajari dalam psikologi disini adalah tentang perilaku sesorang atau perilaku manusia. Cakupan yang luas, penyebab pengelompokan dalam psikologi manusia.Berdasarkan tujuannya dibedakan atas:Sebuah. Psikologi teoritisPsikologi belajar dengan tujuan untuk mengembangkan ilmu.b. Psikologi praktisPsikologi belajar dengan tujuan untuk kebutuhan praktis, khususnya pemecahan masalah.Berdasarkan obyek yang dipelajarinya dibedakan atas:Sebuah. Psikologi umumPsikologi dan kegiatan psikologi manusia yang tercermin dalam prilaku pada umumnya, yang dewasa, yang normal dan yang berkultur. Psikologi umum memandang manusia akan akan terlepas dalam hubungan dengan manusia lain.b. Psikologi khususPsikologi yang tersingkap dan implikasi dari segi aktivitas psikis manusia. Hal hal yang khusus yang menyimpang dari hal hal yang biasa dibicarakan dalam psikologi khusus. Psikologi khusus masih berkembang terus sesuai dengan bidang bidangnya. Pada umumnya psikologi khusus adalah psikologi praktis, yang diaplikasikan sesuai dengan bidangnya.Psikologi khusus dibagi menjadi:1). Psikologi Konseling & KlinisMerupakan salah satu bidang psikologi terapan yang berperan sebagai salah satu disiplin kesehatan mental dengan menggunakan prinsip-prinsip psikologi untuk memahami, mendiagnosis dan mengatasi berbagai masalah penyakit psikologis. Psikologi klinis berkembang kearah reintregasi bidang-bidang psikologi lainya. Sedangkan dalam psikologi konseling merupakan suatu psikologi terapan yang berusaha menciptakan, menerapkan dan menyebarkan pengetahuan tentang pencegahan dan penanggulangan gangguan fungsi manusia dalam berbagai kondisi. Adapun tujuan bidang psikologi konseling ini adalah untuk membantu individu memahami dan mengubah perasaan, pikiran dan perilaku kejiwaan, mengatasi tekanan mental, menanggulangi krisis, meningkatkan kemampuan mereka dalam penyelesaian berbagai masalah.2). Psikologi EksperimenCabang psikologi yang mengkaji proses penginderaan, persepsi, pembelajaran dan pemikiran. Psikologi eksperimen menggunakan metode penelitian untuk tingkah laku manusia dan penggunaan. Beberapa hal yang sering diteliti antara lain adalah sensasi & persepsi, proses kognitif, pembelajaran, dan motivasi. Psikolog eksperimental dan metode pengontrolan yang tepat.3). Behavioral Neuroscience & Comparative PsychologyMempelajari peran dari sistem saraf pusat. Bidang ini memfelektrik pada proses biologis, khususnya peran otak pada perilaku), pelengkap mereka disebut sebagai ahli psikologi fisiologi. Subjek penelitiannya binatang. Mereka membandingkan temuan pada binatang dengan manusia.4). Psikologi PerkembanganAdalah Bidang Studi psikologi Yang mempelajari Perkembangan Manusia dan faktor-faktor Yang membentuk prilaku Seseorang sejak lahir Sampai lanjut Usia . Psikologi perkembangan berhubungan erat dengan psikologi sosial , karena sebagian besar timbul dalam konteks adanya interaksi sosial . Dan juga hubungan erat dengan psikologi kepribadian , karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut. Hal ini memfokuskan pada berbagai faktor yang membentuk perilaku individu mulai dari konsepsi sampai mati. Khususnya melihat bagaimana mempengaruhi kematangan biologis dan lingkungan terhadap perkembangan manusia.5). Psikologi SosialPsikologi sosial merupakan perkembangan ilmu pengetahuan yang baru dan merupakan cabang dari ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu itu menguraikan tentang kegiatan - kegiatan manusia dalam situasi dengan situasi-situasi sosial. Dari berbagai tokoh - tokoh tentang pengertian psikologi sosial dapat disimpulkan psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalam situasi dengan situasi sosial. Bidang ini memiliki 3 ruang lingkip, yaitu;Sebuah). Studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misal: studi tentang persepsi, motivasi proses belajar dan atribusi (sifat).b) Studi tentang proses-proses individu bersama, seperti bahasa , sikap sosial , perilaku meniru dan lain-lain.c). Studi tentang hubungan kelompok, misalnya kepemimpinan , komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan .6). Psikologi KepribadianAdalah bidang studi psikologi yang memanfaatkan tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diridengan lingkungannya, psikologi kepribadian terkait erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial , karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu karena masih kecil dan cara cara melakukannya sendiri dalam interaksi sosial dengan lingkungannya. Bidang ini menerapkan perbedaan individu dengan cara mengelompokkan individu untuk tujuan praktis dan kualitas setiap individu yang unik. Psikologi.7). Psikologi KesehatanPsikologi kesehatan merupakan bagian dari psikologi klinis, yang memfokuskan diri pada lingkungan dan lingkungannya, termasuk penyebab dan faktor - faktor yang terkait dengan problematika kesehatan individu.Psikologi Kesehatan menurut Matarazzo (1980, dalam Ogden: 1996) adalah suatu agregat dari pendidikan yang spesifik, dan kontribusi ilmiah profesional , dari disiplin psikologi, untuk memobati atau merawat kesehatan, termasuk juga didalamnya pelengkap penyakit dan aspek-aspek lain yang terkait.Psikologi kesehatan sebagai pengetahuan sosial - psikologis dapat digunakan untuk mengubah pola perilaku kesehatan dan penurunan pengaruh psikososial.Secara lebih operasional, psikologi kesehatan dapat dimanfaatkan untuk:Sebuah). Mengevaluasi tingkah laku dalam etiologi penyakitb). Memprediksi tingkah laku tidak sehat sehatc). Memahami peran psikologi dalam pengalaman penyakitd). Mengevaluasi peran psikologi dalam treatmene). Selain itu, teori-teori psikologi juga dapat dimanfaatkan dalam mempromosikan tingkah laku sehat dan penyakit / penyakit dalam skala individu maupun yang lebih luas (kelompok, komunitas dan masyarakat).8). Psikologi KomunitasPsikologi komunitas pada hubungan dengan masyarakat. Psikologi komunitas ran sebagai sutau pendekatan kesehatan mental yang diperkuat pada peran daya lingkunan dalam menciptakan masalah atau. Psikologi komunitas di. Kesehatan mental dan sosial yang dikembangkan melalui pembelajaran juga.Seorang ahli yang disebut Rapaport mengemukakan pespektif dari psikologi komunitas memberikan perhatian pada tiga hal utamaing:Sebuah). Pengembangan sumber daya individu.b). Aktivitas politik.c). Ilmu Pengetahuan.Ada beberapa konsep yang sangat melekat pada pendekatan psikologi komunitas, yaitu pada:Sebuah). PencegahanPencegahan dari gangguan psikologis untuk perawatan penyakit. Terdiri dari tiga hal pencegahan primer, sekunder dan tertier.b).  Pemberdayaan manusia .Pemberdayaan manusia dalam masyarakat untuk kesehatan dan pencegahan.Beberapa pertimbangan-pertimbangan dalam psikologi komunitas:a) .. pertama.Psikologi Komunitas penekanan untuk dua aspek secara serentak dengan kondisi sosial.b).  Kedua.Memusatkan, tidak hanya bertitik tolak pada kondisi psikologis individu, akan di atas berbagai tingkat analisis yang bergerak dari individu kemudian mengkelompokkannya ke dalam organisasi dan akhirnya ke struktur yang terbesar sekaligus kelompok masyarakt secara utuh dimana individu berada.c).  Ketiga .Psikologi masyarakat. Atau luas wilayah.9). Psikologi Sekolah & PendidikanMenurut beberapa ahli, psikologi pendidikan bisa diartikan sebagai berikut:1). MenurutWS.WinkelSjPsikologi pendidikan adalah ilmu yang menggunakan pra - pra syarat (faktor - faktor) bagi pelajar di sekolah, berbagai jenis belajar dan fase - fase dalam semua proses belajar ".2). Menurut Richard E. Mayer"Psikologi pendidikan adalah cabang kepedulian psikologi dengan memahami bagaimana lingkungan instruksional dan karakteristik peserta didik berinteraksi untuk menghasilkan pertumbuhan kognitif pada peserta didik" (Psikologi pendidikan adalah bagian dari psikologi yang membahas mengenai cara belajar). kognitif dalam diri pelajar).3). Menurut HC Whitherington"Psikologi pendidikan adalah suatu studi yang sistematis tentang proses - proses dan faktor - faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia".4). Menurut Lester. D. Crow dan Alice Crow"Psikologi pendidikan merupakan suatu ilmu yang berusaha menjelaskan hal - hal yang sedang terjadi. Seperti dikemukakan di dalam bukunya sebagai berikut: "Psikologi pendidikan mendisiplinkan dan menjelaskan pengalaman belajar seseorang sejak lahir sampai usia tua. Materi pelajarannya berkaitan dengan kondisi yang mempengaruhi pembelajaran ".Gambaran terhadap kita adalah ruang lingkup psikologi pendidikan adalah sebagai berkut:Sebuah). Pertumbuhan dan perkembangan pada umumnya.b). Psikologi anak.c). Kebersihan rokhani.d). Kecerdasan (intellegensi) dan peniliannya.e). Perbedaan-perbedaan individu.f). Hakekat.g). Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar.h). Soal tranfer dalam belajar.saya). Tes dan soal penilaian atau pengukuran.j). Teori dasar tentang motivasi.k). Arti motivasi bagi pengajaran.l). Perkembangan sosial dan emosianal.Metode yang digunakan oleh para psikolog termasuk psikologi pendidikan menurut LD Crow dan Allice Crow Ph.D. adalah sebagai berikut:Sebuah). Introspeksib). Pengamatanc). Pendekatan genetikad). Mengevaluasi teknike). Metode eksperimenf). Analisis statistik10) Psikologi Industri dan OrganisasiApakah hasil perkembangan dari psikologi umum, psikologi eksperimen dan psikologi khusus. Psikologi industri dan organisasi merupakan suatu pengetahuan yang mengandung fakta, aturan-aturan dan prinsip-prinsip tentang perilaku manusia pada pekerjaan. Penggunaan psikologi industri dan organisasi harus ditujukan untuk kepentingan dan kemamfaatan pihak-pihak yang terlibat, baik perusahaan sebagai organisasi maupun karyawannya.Psikologi industri dan organisasi adalah ilmu yang penting manusia:Sebuah). dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumenb). Baik secara perorangan maupun secara kelompok, dengan maksud agar temuan dapat digunakan dalam industri dan organisasi untuk kepentingan dan kemamfaatan manusianya dan organisasinya.11) .Psikologi LingkunganPsikologi lingkungan adalah ilmu kejiwaan yang berfungsi manusia berbasis pengaruh dari lingkungan tempat tinggalnya, baik lingkungan sosial, lingkungan binaan dan lingkungan alam. Dalam psikologi lingkungan juga belajar mengenai kebudayaan dan kearifan lokal suatu tempat dalam pandangan alam semesta yang memengaruhi sikap dan mental manusia.Ruang lingkup Psikologi lingkungan lebih murah membahas tentang main (desain), Organisasi dan Pemaknaan. Ataupun hal yang spesifik seperti ruang, bangunan, ketetanggaan, rumah sakit dan ruangnya serta pengaturan setting pada tanggal bervariasi (Proshansky, 1974).Sementara itu, Vietch dan Arkkelin (1995) menetapkan suatu psikologi lingkungan merupakan suatu wilayah dari pencarian yang bercabang dari sekumpulan disiplin, seperti biologi, geologi, psikologi, hukum, sejarah, filsafat, bisa dicoba sub disiplin dan rekayasanyaJenis-jenis lingkungan di dalam sosiologi lingkungan yang beberapa di-dalam juga banyak digunakan dalam psikologi lingkungan adalah (Sarwono, 1992):Sebuah). Lingkungan Alamiah (Lingkungan Alam) seperti: lautan, hutan, dsbb). Lingkungan Binaan / Buatan (Membangun lingkungan) seperti: jalan raya, taman, dsbc). Lingkungan Sosiald). Lingkungan yang di Modifikasi12) .Psikologi Lintas BudayaBerbicara budaya adalah ranah sosial dan sekaligus ranah individu. Pada ranah sosial karena budaya lahir saat manusia bertemu dengan manusia lainnya dan membangun kehidupan bersama yang lebih dari sekadar pertemuan-pertemuan insidental. Dari kehidupan bersama ini diadakanlah aturan-aturan, nilai-nilai kebiasaan-kebiasaan kadang-kadang sampai pada kepercayaan-kepercayaan transedental yang semuanya berfungsi sebagai individu dari individu-individu yang masuk dalam kehidupan bersama. Semua tata, perilaku, dan kepercayaan yang dimiliki individu yang disebut budaya.Pada ranah individu adalah budaya diawali ketika individu-individu bertemu untuk membangun kehidupan bersama dimana individu-individu itu memiliki keunikan masing-masing dan saling memberi pengaruh. Ketika budaya sudah terbentuk, setiap individu merupakan agen-agen budaya yang memberi keunikan, membawa perubahan, sekaligus penyebar. Individu-individu dibawa budayanya pada setiap tempat dan situasi kehidupannya sekaligus penuh dan saling belajar dari individu-individu lain yang berinteraksi dengannya. Dari sini terlihat sangat.Psikologi budaya. Di dalam kajiannya, ada pula paparan mengenai kepribadian individu yang hadir sebagai hasil bentukan sistem sosial yang di dalamnya tercakup budaya. Adapun kajian lintas budaya adalah pendekatan yang digunakan oleh ilmuan sosial dalam kebangkitan budaya-budaya yang berbeda dalam dimensi tertentu dari kebudayaan.2. Psikologi yang merupakan hewan yang disebut dengan psikologi hewan.Psikologi ini bisa dan bisa digunakan untuk mengerti tentang keadaan manusia. Dengan demikian, maka dalam psikologi itu fokusnya adalah manusia. Banyak penelitian yang dilakukan pada hewan, yang akan hasilnya kemudian diarahkan pada manusia.Psikologi perilaku hewan adalah bagian yang paling sulit diperebutkan batas kemampuan hewan, terutama primata non manusia, lumba-lumba, dan burung, untuk memperoleh sintaks dan kosakata bahasa manusia (Bekoff & Jamieson, 1996). Reecting pendekatan ini adalah studi yang mengerikan-Abil ity spesies ini untuk terlibat dalam apa yang dianggap sebagai "lebih tinggi" manusia gigi- proses kognitif. Sebagai contoh, yang Pepperberg (2001) bekerja dengan burung beo abu-abunya Alex telah menunjukkan kemampuannya untuk melakukan tugas-tugas kognitif, seperti jika-maka penalaran dan beberapa klasemen, maka Piaget memiliki tantangan bagi anak anak di bawah usia tujuh tahun. Sebuah pencarian untai ketiga (Thompson, Miles, & Lyn, 1997) Pencarian kerajaan binatang untuk emosi seperti empati, altruisme, rasa bersalah, dan kebanggaan-emosi yang dicap sebagai manusia karena mereka mungkin berasal dari proses mental yang lebih tinggi. Seperti tradisi "manusia sebagai binatang," merupakan petunjuk ini penelitian bentuk paralelisme, dengan menggunakan deskripsi perilaku manusia, kognisi, dan emosi.

PENYAKIT TUBERKULOSIS

Materi Kuliah Keperawatan tentang penyebab Mycobakterium tyberkulosis

TUBERKULOSIS










DefinisiApakah penyakit infeksi spesifik pada manusia, disebabkan oleh Mycobakterium Tuberculosis. Perjalanan penyaki yang menahun untuk reaksi yang bermacam-macam terhadap hal tersebut dengan proses penyakit yang dapat tetap pada tempat masuknya kebaruan kelainan pada kelenjar regional dan dpat pula menyebar ke semua organ tubuh dengan menimbulkan kerusakan yang progresif. Reaksi jaringan yang khas akibat adanya hal tersebut adalah proses pembentukan tuberkel. PenyebabMycobakterium tuberkulosis, jenis kuman berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4 / Um dan tebal 0,3-0,6 / Um. Spesies lain adalah M. Bosis, M. Kansaii, M. Intrasellulare, sebagain besar kuman ini terdiri dari lemak (lipid), yang membuat manusia lebih tahan terhadap asam dan lebih tahan terhadap gangguan kumia dan fisik. Dalam jaringan, kuman hidup sebagai parasit intraselular dalam sitoplasma makrofag, makrofag yang semula memfagoditasi malah disenanginya karena banyak mengandung lipid. Patogenesis / PatologiPrimer TuberkulosisKadang karena kuman dibatukkan atau dibersinkan keluar menjadi droplet nuklei dalam udara, bisa menetap dlam udara bebas selama 1-2 jam tergantung pada ada tidaknya sinar ultraviolet. dalam suasana kelembaban dan gelap kuman bisa tahan berhari-hari sampai berbulan-bulan. Bila terhisap oleh orang sehat, akan menempel pada jalan nafas atau paru-paru, akan mati mati atau dibersinkan.Pos Primer TuberkulosisKuman dormant pada tuberculosis primer akan muncul tahun-tahun kemudian sebagai infeksi endogen menjadi tuberkulosis dewasa (post primer). invasinya adalah kedaerah perenkim paru-paru dan tidak ke nodus hiler paru. Dikenal 2 golongan tuberkulosis primer yaitu tuberkulosis sekunder dan tuberkulosis tersier. Tuberkulosis sekunder berjalan akut dengan manifestasi alergi yang lebih berat sedangkan tuberkulosis tersier berjalan kronik dan produktif. Komplikasi1. TBC tulang2. Penyakit potts (rusaknya tulang belakang)3. Distroyed lung (gangguan paru-paru)4. Effusi pleura5. TBC milier6. Meningitis TBC Gejala-gejala Klinis1. DemamSubfebril Aktif demam influenza <kadang dapat mencapai 49-41 o C, hilang timbul, obat daya tahan tubuh dan berat ringannya infeksi yang masuk.2. BatukTerus-terus dan berdahak selama 3 minggu atau lebih, karena adanya iritasi pada bronkus. Keadaan lanjutnya adalah batuk berdarah.3. Sesak nafas Akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut, infiltrasinya sudah setengah bagian paru-paru.4. Nyeri dadaJarang, timbul bila infiltrasi radang sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritis.5. MalaiseSering ditemukan anoreksia, badan bikin kurus, sakit kepala, meriang, sakit otot, keringat malam, dll. Pemeriksaan Diagnostik1. Kultur sputumPositif untuk mycobacterium tuberkulosis pada tahap aktif penyakit, sebanyak 3 kali peneriksaan dahak.2. Ziehl NeilsenPositif untuk basil asam-cepat3. Foto thorakMenunjukan infiltrasi lesi awal pada area paru atas, perubahan menunjukkan TB yang lebih luas bisa termasuk rongga, daerah fibrosa.4. Uji tuberkulinSangat penting bagi diagnosis tuberkulosis anak. PengobatanTerapi tuberkulosis dilakukan dengan memakai panduan obat, yang mana bakterisit.x

Powered by Blogger.